© DA 2021 for Facilitator to Competent

Penulis untuk pertama kali mengenal standar kompetensi kerja sekitar tahun 2009 dengan mempelajari standar kompetensi dari Australia yang ternyata telah sangat maju dalam upaya meningkatkan kompetensi sumberdaya manusianya. Meskipun terasa berat saat mempelajarinya disebabkan terkendala masalah bahasa dan format, namun akhirnya awal tahun 2009 beruntung dapat mengikuti pelatihan penyusunan standar kompetensi selama 4 hari di hotel Pitagiri Jakarta sehingga menambah pengetahuan dan keterampilan terkait standar kompetensi.

Diperlukan usaha yang keras dalam memahami tahap-tahap penyusunan, mempelajari struktur, dan karakter bahasa sebuah standar kompetensi. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, penulis diminta untuk menyusun sebuah rancangan awal standar kompetensi. Dalam penyusunan ini, penentuan konsep sebuah standar kompetensi, pemetaan unit kompetensi, sampai menentukan judul unit-unit kompetensi menentukan “kedalaman” dan “kelebaran” ruang lingkup bukanlah hal yang mudah.

Keseruan penyusunan sebuah standar kompetensi biasanya terjadi pada saat kegiatan pra konvensi dan konvensi, di mana dikumpulkan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menanggapi suatu rancangan standar kompetensi yang telah disusun.

Pengalaman paling seru itu terjadi pada Oktober 2014 pada kegiatan pra konvensi sebuah rancangan standar kompetensi di hotel The Bellezza Suite Jakarta, dimana para senior dan ahli-ahli beradu argumen dalam mengkritisi isi rancangan standar kompetensi, bahkan sampai jam 12 malam hanya membahas untuk menentukan suatu istilah yang akan ditulis dalam rancangan standar.

Akhirnya setelah beberapa kali dijeda kopi dan kue-kue manis suasana mencair dan terjadi kesepakatan, sehingga fasilitator akhirnya merasa lega karena rapat pleno dapat dilakukan.

Sebuah standar kompetensi dinilai dari azas manfaat yang dipetik oleh peserta sertifikasi. Bagi peserta sertifikasi kompetensi manfaat mempelajari standar kompetensi dapat disimak pada Gambar 1, sedangkan pengembangan materi uji kompetensi (MUK) dan persyaratan Teknis TUK lebih ditujukan bagi asesor kompetensi. Kunci keberhasilan dan kesuksesan sertifikasi kompetensi akan sangat tergantung dalam mempelajari dan menyiapkan bukti kompetensi berdasarkan standar kompetensi.

Memperhatikan tahap-tahap penyusunan sebuah standar kompetensi dengan banyak menyelenggarakan kegiatan penyusunan dan referensi, serta mengumpulkan narasumber dan pihak berkepentingan, menjadikan biaya penyusunan sebuah standar kompetensi tidaklah murah dan mudah.

 

 

Sumber referensi

Buku Strategi Sukses Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja, Alexandra

Buku Competency Management. Palan, R. Ph.D.

Materi Webinar Seri MSDM Aplikatif – Apa & Bagaimana Sertifikasi Profesi SKKNI MSDM, Pembicara Dr. Margaretha Banowati Talim, M.Si, Tanggal 30 Oktober 2020