Dampak pandemi Covid-19 dan revolusi industri 4.0 membuat banyak tekanan dan menimbulkan kerutan di kening pimpinan perusahaan dalam memikirkan pendapatan bisnis yang tergerus drastis, biaya operasional serta utang piutang sekaligus peluang dan tantangan terkait masa depan perusahaannya.

Kegiatan operasional perusahaan dan tenaga kerja dibatasi oleh usaha pencegahan terpapar virus Covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan, sehingga terjadi perubahan perilaku atau kebiasaan yang disebut dengan “New Normal”.

Sudah waktunya perusahaan merespon isu-isu tersebut dengan melakukan identifikasi peluang dan hambatan yang dihadapi saat ini untuk menentukan masa depan bisnis perusahaan. Berbagai sektor bisnis atau produksi tentunya mempunyai karakter dan isu spesifik masing-masing, namun sebagai gambaran dapat kita ambil contoh tantangan dan peluang dari sebuah perusahaan elektronik secara umum.

Identifikasi peluang dan hambatan bisnis perusahaan elektronik dalam badai pandemi Covid-19 dan revolusi industri 4.0 tahun 2020 dapat dilakukan dengan pendekatan metode Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman) yang disingkat SWOT yang dibuat oleh Albert Humphrey seorang konsultan bisnis dan manajemen Amerika.

Berdasarkan referensi buku Key Management Models – 60 Model Manajemen Yang Perlu Diketahui Setiap Manajer (Marcel van Assen, Gerben van den Berg & Paul Pietersma), dan Manajemen Strategik (Musa Hubeis & Mukhamad Najib) dapat disimak sebuah contoh hasil Identifikasi peluang dan hambatan perusahaan elektronik disajikan pada Tabel  1 SWOT Kegiatan Bisnis Perusahaan Elektronik Tahun 2020.

Tabel 1
SWOT Kegiatan Bisnis Perusahaan Elektronik Tahun 2020

No

Faktor Internal

No

Faktor Eksternal

Kekuatan (Strengths)

Peluang (Opportunities)

1 Perusahaan mempunyai mesin dan peralatan produksi yang relatif lengkap dengan kapasitas yang memadai. 1 Penambahan market untuk pasar export dan pengembangan model Baru produk.
2 Perusahaan telah memanfaatkan IT dan aplikasi dalam kegiatannya. 2 Munculnya peluang bisnis baru di Era Industri 4.0
3 Komitmen pimpinan yang kuat dalam penerapan sistem manajemen mutu dan memenuhi persyaratan pelanggan. 3 Mendapatkan peluang untuk memperoleh pendapatan atau Order berulang dari pelanggan.
4 Perusahaan berpengalaman menangani Project atau Order dari pelanggan Brand Terkenal. 4 Mempunyai banyak pemasok (Supplier) sebagai dukungan penyediaan barang bagi kegiatan bisnis perusahaan.

Kelemahan (Weaknesses)

Ancaman (Threaths)

1 Penerapan Job Description belum efektif sehingga hasil pekerjaan dan kinerja kurang maksimal. 1 Isu Pandemi Covid 19 yang mempengaruhi kelancaran bisnis  perusahaan.
2 Tingkat produktivitas belum proposional dengan biaya operasional. 2 Penurunan daya beli masyarakat akibat Pandemi Covid 19

 

3 Kompetensi pekerja untuk jabatan fungsional tertentu perlu ditingkatkan. 3 Adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan “New Normal” sehingga menghambat aktivitas pekerja.
4 Kesadaran dan tanggung jawab pekerja terhadap kebijakan, prosedur dan ketentuan perusahaan perlu ditingkatkan. 4 Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP  atau Upah Minimum Kota (UMK)
5 Komunikasi antar Bagian/Departemen kurang efektif akibat pembatasan sosial dan PSBB 5 Munculnya perusahaan baru sebagai kompetitor.

Berdasarkan hasil analisis SWOT, jelas adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), perilaku “New Normal” sampai larangan berkerumun menjadi faktor yang menghambat aktivitas pekerja sekaligus kegiatan bisnis.

Berdasarkan SWOT tersebut kemudian dilakukan identifikasi beberapa alternatif strategi yang dapat dipertimbangkan perusahaan untuk dilaksanakan serta analisis dampaknya bagi pekerja. Hasil identifikasi beberapa alternatif strategi bisnis dapat disimak pada Tabel 2 Identifikasi Alternatif Strategi Bisnis dan Dampak Terhadap Pekerja.

Tabel 2
Identifikasi Alternatif Strategi Bisnis dan Dampak Terhadap Pekerja

No

Uraian Strategi

Dampak Langsung Terhadap Pekerja

1 Perusahaan melakukan tinjauan dan identifikasi pos-pos untuk penurunan biaya (cost down) termasuk beban biaya SDM. Terdapat potensi pengurangan atau penghapusan pekerja pada beberapa Bagian/Fungsi sebagai upaya penurunan biaya (cost down).
2 Melakukan tinjauan dan mensosialisasikan Job Description, kebijakan, prosedur dan ketentuan perusahaan terkait pengembangan produk model Baru. Kurangnya kemampuan dalam melaksanakan Job Description dan Leadership akibat adanya penambahan tugas-tugas baru, sehingga terjadi peningkatan beban kerja.
3 Menyusun kebutuhan dan melaksanakan pelatihan sesuai perubahan bisnis proses disesuaikan dengan Era Industri 4.0. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja sesuai kebutuhan Era Industri 4.0 atau munculnya peluang Profesi baru di Era Industri 4.0.
4 Identifikasi penyediaan pekerja yang kompeten dalam pengelolaan Internet, big data, robotic, dan teknologi digital. Penambahan dan pengisian posisi jabatan baru dari eksternal (New Recruitment) untuk pekerjaan pengelolaan Internet, big data, robotic, dan teknologi digital sesuai kebutuhan Era Industri 4.0.
5 Meningkatkan efektifitas dalam seleksi pekerja baru sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi memperhatikan kisaran Upah dan tunjangan. Terjadi ketimpangan kompetensi serta kisaran Upah antara pekerja lama dengan pekerja baru, sehingga menimbulkan kecemburuan personal.
6 Perusahaan menetapkan kebijakan sistem kerja selama Isu Pandemi Covid 19 Terdapat potensi pengurangan atau penghapusan pendapatan pekerja pada beberapa Bagian sebagai upaya penurunan biaya (cost down).
7 Memanfaatkan IT dalam berkomunikasi selama Work From Home (WFH). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja sesuai kebutuhan dalam memanfaatkan media komunikasi berbasis IT.

Seperti terlihat pada Tabel 2 Identifikasi Alternatif Strategi Bisnis dan Dampak Terhadap Pekerja di atas, pengambilan keputusan strategi bisnis akan ada yang berdampak terhadap kepentingan pekerja atau SDM, misalnya potensi pengurangan atau penghapusan pekerja pada beberapa bagian/fungsi sebagai upaya penurunan biaya (cost down), penambahan job description dan kebutuhan kompetensi baru, penghilangan fungsi pekerjaan, disisi lain adanya potensi pengurangan gaji dan tunjangan.

Seirama dengan analisis SWOT pada paparan di atas, maka dapat dijadikan perbandingan analisis SWOT untuk sebuah perusahaan padat karya seperti garment. Pada Webinar MSDM Aplikatif dengan tema Merumuskan Strategi Dan Kebijakan Pengelolaan SDM, tanggal 13 November 2020 Bapak Dadang Budiaji, MM menyampaikan beberapa perubahan strategi SDM di perusahaannya sebagai respon dampak pandemi Covid 19, misalnya melakukan cost leadership, mempekerjakan tenaga kerja kontrak, penerapan teknologi, meningkatkan kepemimpinan, serta membangun Digital Mindset.

Jika dicermati strategi-strategi dari hasil analisis SWOT kedua jenis bidang perusahaan tersebut mempunyai benang merah yang sama, yaitu pengurangan biaya, dan penerapan teknologi baru. Dampak pengambilan strategi diatas bagi pekerja adalah makin ketatnya persaingan untuk dipertahankan oleh perusahaan dengan risiko pengurangan gaji dan tunjangan, serta disisi lain tantangan untuk meningkatkan kompetensinya dalam penguasaan keterampilan teknologi baru, misalnya digital dan otomatisasi.

Redefinisi Model Bisnis sudah sepantasnya dilakukan oleh pelaku bisnis demi kelangsungan operasional perusahaan di tengah pandemi Covid-19 yang belum dapat diprediksi kapan berakhirnya.

Sudah siapkah, pelaku bisnis dan tenaga kerja Indonesia untuk menindaklanjuti dan merespon tantangan dengan melakukan redefinisi model bisnis perusahaan di masa “New Normal”, atau hanya duduk manis menunggu BLT subsidi gaji cair?

Sumber referensi

 

Strategi Sukses Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja, Alexandra

Key Management Models – 60 Model manajemen yang perlu diketahui setiap manajer. Assen, Marcel van, Gerben van den Berg & Paul Pietersma.

Manajemen Strategik. Musa Hubeis & Mukhamad Najib.

Materi Webinar Seri MSDM Aplikatif – Merumuskan Strategi Dan KebijakanPengelolaan SDM Berbasis SKKNI MSDM 2020 Pembicara Dadang Budiaji, MM Praktisi & Konsultan SDM, Tanggal 13 November 2020