© DA 2021 for Facilitator to Competent

Hasil atau produk dari jasa konsultansi biasanya tidaklah nyata berbentuk sebuah benda, namun bersifat “intangible”. Hasil suatu proses konsultansi misalnya dalam meningkatkan efisiensi produksi suatu produk, maka suksesnya suatu proses konsultansi adalah meningkatkan efisiensi produk yang dihasilkan atau meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap suatu produk.

Seperti yang dipaparkan dalam definisi konsultansi diatas, maka konsultansi ini merupakan suatu proses olah pikir yang berupa pemberian alternatif suatu solusi, pemberian ide-ide baru terhadap suatu proses atau produk, proses transfer pengetahuan misalnya dengan mengadakan pelatihan terhadap penerapan sistem atau teknologi baru, dan sebagainya.

Menilai keberhasilan suatu kegiatan konsultansi bisa juga ditandai dengan didapatnya suatu pengakuan atau akreditasi terhadap pemenuhan terhadap persyaratan tertentu. Hal ini misalnya dalam kegiatan konsultansi sertifikasi sistem manajemen seperti ISO 9001, ISO 14001, atau standar lainnya. Konsultan akan memberikan arahan, bimbingan dan transfer pengetahuan kepada perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen tersebut sampai didapatkan sertifikat yang diinginkan.

Dalam hal ini kegiatan konsultansi berupa kegiatan “mengubah” kultur suatu perusahaan dari biasa-biasa saja menjadi tertata rapi sampai bertaraf internasional. Proses ini kadangkala tidaklah mudah, karena kendala timbul dari berbagai tingkatan dalam perusahaan itu sendiri. Dalam hal ini tidak jarang konsultan akan dihadapkan dalam permasalahan yang kompleks dimana terjadi kontradiksi-kontradiksi yang harus diselesaikan dengan pihak-pihak terkait.

Seorang konsultan mempunyai pekerjaan yang termasuk “Multitasking”, bukan hanya piawai dalam memahami bidang kerjanya secara teknis namun juga strategi-strategi penerapan sistem agar dapat dengan mudah diterapkan di suatu perusahaan dengan memperhatikan para pemangku kepentingan di perusahaan tersebut. Memahami kultur suatu perusahaan merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh seorang konsultan jika akan memulai suatu tugasnya. Meskipun mempunyai kegiatan yang sama misalnya dalam proses konsultansi penerapan ISO 9001 tentu strateginya akan sedikit berbeda antara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan dalam tingkat organisasi perusahaan, lebarnya struktur organisasi, gaya kepemimpinan masing-masing manajer sampai direktur di perusahaan, dan tentu saja kompleksitas proses produksi. Berbicara mengenai kompleksitas proses maka yang harus diperhatikan adalah “core of bussiness” dari suatu perusahaan, tentu saja proses bisnis perusahaan jasa akan berbeda dengan perusahaan manufaktur, bahkan perusahaan manufaktur yang sejenispun akan mempunyai perbedaan jika lebarnya organisasi dan banyaknya proses berbeda.

Demikianlah sedikit gambaran pekerjaan seorang konsultan, dan akhirnya apa Anda tertarik menjadi Konsultan di era Industri 4.0?

 

 

Sumber referensi:

Buku Meraup Rupiah Dari Bisnis Jasa Konsultan, Dandy A.

Buku Pedoman Para Konsultan, Stephan Schiffman

Buku Menjadi Konsultan Pajak Kelas Dunia, Prijohandojo Kristanto

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200422/45/1231163/banyak-konsultan-terancam-kolaps-inkindo-minta-keringanan-pajak