Saat ini standar kompetensi yang digunakan oleh tenaga kerja atau profesi guna keperluan sertifikasi kompetensi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis antara lain:

  • Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, contoh SKKNI dapat disimak pada Gambar 3.4 Contoh Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

  • Standar Kompetensi Khusus

Standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan digunakan oleh organisasi untuk memenuhi tujuan internal organisasinya sendiri dan/atau untuk memenuhi kebutuhan organisasi lain yang memiliki ikatan kerja sama dengan organisasi yang bersangkutan atau organisasi lain yang memerlukan.

  • Standar Kompetensi Internasional

Standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan ditetapkan oleh suatu organisasi multinasional atau federasi serta digunakan secara internasional.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dari berbagai sektor industri dan profesi antara lain:

  1. Jasa Profesional, Ilmiah Dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas Kantor Pusat Dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia
  2. Penulis non fiksi
  3. Tekstil & Garment
  4. Telematika (TI)
  5. Otomotif Sub Sektor Kendaraan Ringan
  6. Keuangan Sub Setor Keuangan Mikro
  7. Logam Mesin
  8. Laboratori
  9. Maritim
  10. Pariwisata Sub Sektor Hotel dan Restoran
  11. Pariwisata Sub Sektor Biro Perjalanan Wisata, dan sebagainya.

Standar Kompetensi Kerja dapat diakses dari website Kementerian Ketenegakerjaan (https://skkni.kemnaker.go.id), website BNSP (https://bnsp.go.id/skk), atau dari Website masing-masing Instansi Teknis atau Kementerian terkait lainnya.

Struktur standar kompetensi terdiri dari kode unit kompetensi, judul unit kompetensi, diskripsi unit kompetensi, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja (KUK), batasan variabel, dan panduan penilaian yang dapat disimak pada Tabel 1 Struktur Standar Kompetensi.

Tabel 1 Struktur Standar Kompetensi

No

Nama Struktur Standar Kompetensi

Keterangan

1 Kode unit kompetensi Kode unit kompetensi mengacu kepada kodifikasi yang memuat sektor, sub sektor/ bidang, kelompok unit kompetensi, nomor urut unit kompetensi dan versi.
2 Judul unit kompetensi Judul unit kompetensi, merupakan bentuk pernyataan terhadap tugas/pekerjaan yang akan dilakukan. Judul unit kompetensi harus menggunakan kalimat aktif yang diawali dengan kata kerja aktif yang terukur
3 Diskripsi unit kompetensi Diskripsi unit kompetensi merupakan bentuk kalimat yang menjelaskan secara singkat isi dari judul unit kompetensi yang mendiskripsikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menyelesaikan satu tugas pekerjaan yang dipersyaratkan dalam judul unit kompetensi.
4 Elemen kompetensi Elemen kompetensi adalah merupakan bagian kecil dari unit kompetensi yang mengidentifikasikan aktivitas yang harus dikerjakan untuk mencapai unit kompetensi tersebut. Elemen kompetensi ditulis menggunakan kalimat aktif dan jumlah elemen kompetensi untuk setiap unit kompetensi terdiri dari 2 sampai 5 elemen kompetensi.
5 Kriteria unjuk kerja (KUK) a.   Kriteria unjuk kerja merupakan bentuk pernyataan yang menggambarkan kegiatan yang harus dikerjakan untuk memperagakan hasil kerja/karya pada setiap elemen kompetensi.

b.   Kriteria Unjuk Kerja (KUK)  merupakan pernyataan sejauhmana setiap uraian dalam sub kompetensi tersebut dapat tercapai dan terukur

c.   Batasan keterukuran dimaksud diacu dari persyaratan yang ditetapkan dalam kondisi unjuk kerja

d.   Dituangkan dalam kalimat pasif

e.   Pemilihan kata kerja mengacu kepada level taksonomi (KSA), sebagaimana dijelaskan dalam matrik “taksonomi Bloom”

Tabel 1 Struktur Standar Kompetensi (Lanjutan)

No

Nama Struktur Standar Kompetensi

Keterangan

6 Batasan variabel Batasan variabel untuk unit kompetensi minimal dapat menjelaskan :

  1. Kontek variabel yang dapat mendukung atau menambah kejelasan tentang isi dari sejumlah elemen unit kompetensi pada satu unit kompetensi tertentu, dan kondisi lainnya yang diperlukan dalam melaksanakan tugas.
  2. Peralatan dan Perlengkapan yang diperlukan seperti peralatan, bahan atau fasilitas dan materi yang digunakan sesuai dengan persyaratan yang harus dipenuhi untuk melaksanakan unit kompetensi.
  3. Peraturan-peraturan yang diperlukan sebagai dasar atau acuan dalam melaksanakan tugas untuk memenuhi persyaratan kompetensi.
  4. norma dan standar
7 Panduan penilaian Panduan penilaian ini digunakan untuk membantu penilai dalam melakukan penilaian/pengujian pada unit kompetensi

1. Konteks penilaian

2. Persyaratan kompetensi

3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan

4. Sikap kerja yang diperlukan

5. Aspek kritis

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam proses sertifikasi kompetensi menjadi acuan semua kegiatan, misalnya penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) atau perangkat asesmen, penetapan spesifikasi teknis Tempat Uji Kompetensi (TUK) seperti penyediaan perlengkapan, peralatan, dan dokumen yang digunakan dalam uji kompetensi, pemilihan jenis metode uji kompetensi, sampai pemilihan dan penunjukkan asesor kompetensi.

Standar kompetensi diterapkan juga sebagai acuan dalam menyusun dan menetapkan kurikulum serta silabus pelatihan bagi lembaga penyelenggara pelatihan yang dikenal dengan konsep Competency Based Training (CBT). Penyelenggaraan pelatihan berdasarkan standar kompetensi akan memberikan ketertelusuran hasil penyampaian pengetahuan dan keterampilan dengan standar kompetensi, sehingga peserta diharapkan mudah dalam penerapan di dunia kerja serta siap diuji kompetensi. Penerapan standar kompetensi dapat disimak pada Gambar 1 Penerapan standar kompetensi.

Pekerja dapat menerapkan standar kompetensi dalam melakukan pekerjaannya di perusahaan, sehingga diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan efektif sesuai prosedur kerja sehingga meningkatkan kinerjanya. Penerapan standar kompetensi dalam pekerjaan bukan hal yang mudah, dimana diperlukan disiplin dan konsistensi dalam melakukannya sementara terkadang terdapat kondisi yang tidak ideal. Hal ini dapat dipandang sebagai peluang atau tantangan bagi tenaga kerja dimana dapat dijadikan sebagai ajang pembuktian kompetensi diri.

Tantangan menarik dalam kegiatan sertifikasi kompetensi adalah bagaimana mempelajari standar kompetensi, mengetahui bukti kompeten, serta dapat menerapkannya pada pekerjaan sehari-hari. Buku “Strategi Sukses Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja” memberikan penjelasan yang komprehensif disertai dengan latihan yang membantu pembacanya untuk lebih memahami unit standar kompetensi.

Tetap semangat, dan Salam Kompeten!

Sumber referensi

 

Buku Strategi Sukses Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja, Alexandra

Buku Competency Management. Palan, R. Ph.D.

Materi Webinar Seri MSDM Aplikatif – Apa & Bagaimana Sertifikasi Profesi SKKNI MSDM, Pembicara Dr. Margaretha Banowati Talim, M.Si, Tanggal 30 Oktober 2020

https://bnsp.go.id/lsp