Indonesia sampai tahun 2020 telah berhasil mengembangkan sistem sertifikasi kompetensi dalam berbagai sektor dan profesi misalnya di sektor jasa konstruksi, tenaga kesehatan, tekstil dan garment, penulis non fiksi, tenaga keolahragaan, sampai Aparatur Sipil Negara (ASN). Perangkat peraturan dan perundangan-undangan terkait sistem sertifikasi kompetensi sudah diterbitkan sebagai dasar dan arahan dalam membangun serta melaksanakan sistem sertifikasi kompetensi.

Sertifikasi kompetensi tersebut pada prinsipnya bertujuan untuk mendapatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja, profesi atau tenaga keolahragaan yang mempunyai keterampilan, pengetahuan dan sikap yang unggul sesuai dengan visi dan misi, sehingga perusahaan, induk organisasi atau lembaga pemerintah mempunyai daya saing yang kuat, serta pelayanan prima yang memuaskan.

Pada kesempatan ini, pembahasan lebih difokuskan pada sertifikasi kompetensi profesi atau tenaga kerja dibawah pengelolaan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). BNSP merupakan badan yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan sistem sertifikasi kompetensi profesi di indonesia. Mengingat sektor industri dan bidang-bidang profesi yang sangat beragam serta luas akan berat sepertinya pelaksanaan sertifikasi kompetensi profesi jika dilakukan sendiri oleh BNSP, sehingga pada pelaksanaannya dilakukan proses pemberian lisensi bagi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk melakukan proses sertifikasi kompetensi profesi berdasarkan jenis-jenis sektor industri dan bidang-bidang profesi.

Alur sistem sertifikasi kompetensi oleh BNSP dapat disimak pada Gambar 1 Sistem Lisensi  Lembaga Sertifikasi Profesi. LSP yang telah diberikan lisensi oleh BNSP melaksanakan proses sertifikasi kompetensi bagi profesi atau tenaga kerja. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terbentuk akan bermacam-macam tergantung bidang profesinya, misalnya LSP Garment, LSP Pariwisata, LSP Telematika dan sebagainya.

Fungsi BNSP selanjutnya adalah sebagai penjamin mutu pelaksanaan sertifikasi profesi dengan melakukan pemeliharaan sistem terhadap penerapan sistem manajemen mutu dari suatu LSP dengan melakukan surveilan dan lisensi ulang.

Kegiatan survailen dan lisensi ulang ini, akan menjaga konsistensi, integritas dan objektivitas suatu LSP dalam pemeliharaan sistem manajemen mutu, legalitas, asesor kompetensi, skema sertifikasi, Tempat Uji Kompetensi (TUK), sarana, dan prasarana yang tersedia.

Selain sertifikasi kompetensi, BNSP juga mempunyai tugas untuk mengembangkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang berlaku secara nasional serta mewujudkan sistem sertifikasi kompetensi yang independen dan objektif.

Guna memahami lebih lanjut terhadap sistem sertifikasi kompetensi, maka dapat disimak pada Gambar 2 Sistem Sertifikasi Kompetensi Profesi. Dari gambar tersebut dapat dilihat interaksi antara pihak-pihak terkait, yaitu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Tempat Uji Kompetensi (TUK), pemohon sertifikasi atau peserta uji kompetensi, dan asesor kompetensi yang merupakan motor utama dalam pelaksanaan uji kompetensi.

Selanjutnya, LSP melakukan verifikasi teknis terhadap Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk memastikan suatu tempat uji kompetensi telah memenuhi persyaratan skema sertifikasi yang ditetapkan. Persyaratan untuk sebuah tempat uji kompetensi antara lain mengenai sistem manajemen mutu, legalitas, sarana, dan prasarana yang tersedia, serta memenuhi persyaratan teknis sesuai unit kompetensi.

LSP melakukan proses sertifikasi kompetensi terhadap peserta uji kompetensi. Peserta akan diuji oleh seorang atau lebih asesor kompetensi di suatu Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah ditentukan sebelumnya. Jika suatu peserta dinyatakan lulus uji kompetensi, maka peserta tersebut berhak untuk mendapatkan sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang dan tingkat kompetensi yang diujikan. Sebagai usaha pemeliharaan kompetensi pemegang sertifikat, maka LSP mengadakan surveilan secara berkala.

Demikian sekilas penjelasan mengenai sistem sertifikasi profesi BNSP, semoga dapat memberikan informasi dan pemahaman yang lebih baik.

Selamat datang di era globalisasi kompetensi kerja!

Sumber referensi

 

Buku Strategi Sukses Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja, Alexandra

Buku Competency Management. Palan, R. Ph.D.

Materi Webinar Seri MSDM Aplikatif – Apa & Bagaimana Sertifikasi Profesi SKKNI MSDM, Pembicara Dr. Margaretha Banowati Talim, M.Si, Tanggal 30 Oktober 2020

https://bnsp.go.id/lsp