Saat ini keuntungan sebuah perusahaan bukan lagi sederetan angka di pembukuan akunting yang menghitung arus kas masuk dan keluar, namun lebih dari itu pembukuan perusahaan harus ditambahkan dengan pos pembukuan mengenai arus kas masuk dan keluar untuk masalah lingkungan, masalah sosial serta kesejahteraan karyawan.

Selanjutnya ijinkan saya menyajikan beberapa pertanyaan sederhana yang mungkin ditanyakan oleh masyarakat di era transformasi bisnis industri 4.0.

  • Apakah upah karyawan masih dibawah upah minimum?
  • Apakah produk tersebut dibuat oleh tenaga kerja anak?
  • Apakah karyawan tersebut dibayar uang lemburnya dan diberikan fasilitas kesehatan yang layak?
  • Berapa kubik air yang dipakai dalam proses produksinya?
  • Apa saja dampak lingkungan dari limbah proses produksi?
  • Apakah kulit yang digunakan pembuatan sebuah tas merupakan kulit binatang yang dilindungi?
  • Berapa banyak sumber daya alam tak terbaharui yang dipakai dalam memproduksi produk tersebut?
  • Berapa banyak energi yang dipakai dalam proses produksinya?

Di masa ketidakpastian saat ini, akibat pandemi Covid-19 apakah masih banyak perusahaan-perusahaan yang peduli dengan pertanyaan-pertanyaan di atas?

Pertimbangan masyarakat sebagai pelanggan dalam membeli sebuah barang, bukan lagi masalah harga dan mutu. Namun, berupa pertanyaan yang memerlukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan dan transparan dari perusahaan. Dan dapatkah perusahaan anda menjawab secara baik pertanyaan-pertanyaan diatas jika pertanyaan tersebut ditanyakan terhadap produk yang anda buat? Jika perusahaan anda sudah dapat menjawabnya dengan baik, maka perusahaan sudah siap bersaing dan memperolah keuntungan tingkat tinggi di era industri 4.0.

Perusahaan yang ingin mendapatkan keseimbangan dengan alam semesta dalam bisnisnya tentu saja harus beradaptasi dan bertumbuh. Hal yang sangat penting adalah meninjau visi dan misi perusahaan yang selanjutnya ditetapkan suatu program dalam menanggapi transformasi bisnis ini. Perubahan harus diadaptasi dalam tingkat manajemen perusahaan yaitu dengan mengembangkan sistem manajemennya.

Sistem manajemen dapat diartikan sebagai sebuah sistem untuk menetapkan kebijakan serta sasaran untuk mencapainya. Sistem manajemen dalam hal ini sangat bervariasi, misalnya sistem manajemen mutu ISO 9001, lingkungan ISO 14001 atau Social Responsibility ISO 26000. Dalam mengadaptasi sistem manajemen suatu perusahaan tidak cukup hanya satu macam, namun dapat penerapan secara integrasi dari sistem manajemen mutu, lingkungan, keamanan, dan Social Compliance.

Tentu saja dampaknya akan menambah beban dari biaya perusahaan untuk pengadaan sarana dan pra-sarana, pelatihan, penerapan serta pengadaan karyawan yang terlibat dalam penerapan sistem manajemen. Bagi banyak perusahaan, biaya dan konsekuensi ini akan dirasakan berat karena bukan saja berdampak terhadap biaya namun juga perubahan besar dalam kultur atau budaya perusahaan.

Biaya atau investasi tergantung visi dan misi perusahaan dalam memasukan ke akun keuangan yang mana? Tentu lebih mudah memasukan kompensasi untuk penerapan sistem manajemen ke akun investasi, karena pada waktunya jika dijalankan dengan benar sistem tersebut akan memberikan keuntungan yang luar biasa bagi perusahaan. Dan penerapan inilah yang akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas terhadap produk anda.

Jika harga produk anda termasuk kategori mahal, itu hanya masalah sudut pandang. Jadi perlihatkan sisi positif lainnya bahwa produk anda menggunakan air dengan hemat, mengurangi dampak lingkungan dengan sistem pemrosesan limbah yang ramah lingkungan, dan membayar upah karyawan dan memberikan hak-haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi tentu saja, harga produk anda akan sangat murah bagi pelanggan yang telah melek akan masalah lingkungan, dan sosial.

Sebuah produk yang “Mahal” adalah produk yang dalam produksinya mengabaikan aspek hak-hak karyawannya, membiarkan bekerja dalam kondisi tidak aman, tidak membayar upah sesuai ketentuan yang berlaku bahkan lemburnya disabot juga, dan limbah produksinya langsung mencemari lingkungan sehingga kondisi lingkungan di sekitar perusahaannya- airnya bau dan kotor, udaranya terpolusi asap dari cerobong pabriknya.

Berapa Anda akan membayar untuk produk yang dihasilkan dengan cara seperti ini? Apakah Anda masih merasa bangga dengan Brand-nya? Hati nurani anda terdalam yang akan menjawabnya!

Sumber referensi

 

Buku: Strategi CSR Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Sri Urip.

Buku: Manajemen Strategik. Musa Hubeis & Mukhamad Najib.

https://republika.co.id/berita/qj78qe328/boikot-produk-prancis-bentuk-penghormatan-ke-rasulullah