Perusahaan selalu menghadapi kenaikan upah setiap tahunnya, dan tentu juga menuntut feed back yang pantas dari pekerja. Pola pikir tinggi atau rendahnya gaji suatu saat tidak akan bertumpu pada nilai rupiahnya, namun mempertimbangkan “value” pekerja. Perusahaan dapat menerjemahkan “value” sebagai daya ungkit peningkatan kinerja dan pencapaian target bisnis. Seseorang bergaji 3 juta rupiah per bulan akan dipandang kemahalan jika kinerja dan pencapaiannya dibawah target, sebaliknya seseorang bergaji 30 juta rupiah per bulan akan dipandang proposional dan “murah” jika moncer dalam pencapaian target pemasukan dan kinerjanya bagi perusahaan.

Sayangnya tidak semua pekerja dapat memenuhi kriteria dan mempunyai kemampuan untuk mendapatkan gaji 30 juta rupiah per bulan seperti di atas. Tentunya pekerja tersebut mempunyai pembeda, misalnya dalam pengetahuan, kemampuan, dan sikap yang lebih unggul atau lebih kita kenal dengan kompetensi, dimana peningkatan kompetensi dan sertifikasi kompetensi dapat menjadi alternatif untuk bertahan atau meningkatkan karir atau profesi di era industri 4.0.

Saat ini jutaan pencari kerja di Indonesia masih mengandalkan ijazah pendidikan, sertifikat pelatihan serta surat pengalaman kerja dalam usahanya mendapatkan pekerjaan. Namun, ada satu hal penting yang mereka lupakan untuk memenangkan pekerjaan. Dalam era industri 4.0 ini tingkat persaingan kerja sangat tinggi. Keadaan ini disebabkan oleh tidak berimbangnya lowongan kerja dengan jumlah pencari kerja yang selalu bertambah setiap tahunnya.

Terhapusnya batas-batas wilayah negara dan geografi dalam era perdagangan bebas, berarti masuknya tenaga kerja asing yang ikut bersaing di dalam negeri bukan hanya barang import saja yang membanjiri pasar lokal. Jelas hal ini sangat merugikan pencari kerja lokal.

Dari persfektif lain, sebenarnya jika kita cermati pasar peluang kerja di era industri 4.0 ini menjadi sangat luas, karena kita langsung bersaing secara Internasional. Hal ini berarti pencari kerja dapat ikut bersaing mendapatkan pekerjaan di negara lain, dan tentu saja pekerja asing pun turut menikmati peluang untuk mencari peluang kerja di Indonesia. Namun, tentu saja ada kuncinya untuk dapat memenangkan persaingan di pasar global.

Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu strategi bagi pencari kerja atau pekerja untuk dapat memenangkan persaingan mendapatkan pekerjaan. Di beberapa negara maju seperti Australia, Inggris, Amerika Serikat, New Zaeland, dan lain sebagainya telah terjadi perubahan besar dalam sistem dan dunia kerja yaitu dengan dikembangkannya sistem sertifikasi kompetensi. Negara-negara tersebut telah menginvestasikan berjuta-juta dolar untuk mengembangkan sumber daya manusianya. Hal ini karena mereka sadar akan ketat dan kompleksnya persaingan di era globalisasi, sehingga hanya negara yang mempunyai SDM yang kompeten dan unggul yang akan dapat memimpin persaingan atau bertahan.

Seperti diuraikan di awal bab ini, teknologi digital berbasis internet dan model bisnis platform memegang peranan sangat penting dalam perubahan dunia kerja. Tidak sedikit peluang kerja yang dilakukan seseorang dapat digantikan oleh perangkat komputer atau robot. Hal ini menunjukkan diperlukan tenaga kerja yang mampu menanggapi dan bereaksi terhadap:

  • Akselerasi perkembangan teknologi
  • Peningkatan kompleksitas dari dimensi suatu pekerjaan
  • Diperlukannya individu yang mampu mendefinisikan situasi
  • Diperlukan posisi manajer yang mampu menghadapi, memahami dan berhubungan dengan tekanan-tekanan dari luar atau dalam organisasinya
  • Kecenderungan kerja bersifat “multi tasking”.

Dengan adanya kecendrungan ini, maka terjadi perubahan peraturan pasar sehingga perusahaan-perusahaan mulai masuk dalam dunia persaingan di pasar global yang bebas. Perusahaan-perusahaan akan lebih fokus terhadap pasar, pelanggan, dan platform. Menerapkan perkembangan teknologi digital berbasis internet dan model bisnis platform untuk menambah keuntungan daya saing, serta mencermati bertambahnya pengalaman dan kritisnya pelanggan dalam menyikapi suatu produk atau jasa.

(Bersambung ke Bagian 2)

Sumber referensi

 

Buku: Strategi Sukses Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja, Alexandra

Buku: Master of Change – Pemimpin Perubahan, Boast, William M. Ph.D, 2001.

https://bnsp.go.id/

https://bp2mi.go.id/berita-detail/penerapan-sertifikasi-kompetensi-bagi-pmi-jabatan-cleaning-service-mulai-1-desember-2019