Hari Sabtu minggu lalu, saya berjalan-jalan ke sebuah toko buku. Meskipun suasana tidak seperti biasanya terasa lebih sepi dan tidak sesemarak tahun lalu, sebagai dampak pandemi covid-19. Saat itu sampailah saya pada deretan rak koleksi novel detektif dan novel-novel dari pengarang terkenal lainnya. Sebuah novel karangan Agatha Christie membangkitkan ingatan saya untuk menerawang masa lalu, saat mengingat cerita pembunuhan di sebuah pulau kalau tidak salah judulnya “Sepuluh Anak Negro”. Selain novel tersebut ada juga yang menurut saya cerita klasik yaitu berjudul “The Count of Monte Cristo” karangan Alexandre Dumas yang lumayan tebal bukunya dan kalau tidak salah diterbitkan pertama kali tahun 1857 yang sebelumnya berupa cerita serial.

Saya tidak akan membahas isi cerita kedua buku klasik tersebut, namun yang saya kagumi adalah kedua karya tersebut dapat bertahan sampai ke era globalisasi dan digital dewasa ini. Pengarangnya seolah “panjang umur” karena tetap dikenal dalam masa puluhan tahun bahkan sampai hari ini, meskipun sudah meninggal dunia. Sampai kini nama pencipta dari karya klasik tersebut tetap setia mendampingi karyanya karena dilindungi yang namanya hak cipta.

Hak cipta merupakan hak ekslusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Adapun, hak ekslusif adalah hak yang semata-mata diperuntukkan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pemegangnya. Ternyata hak cipta tersebut tetap melekat kuat pada sang pencipta, meskipun sudah puluhan tahun meninggal dunia.

Karya-karya tersebut sekarang masih terus digemari yang berarti pasarnya masih potensial meskipun zaman sudah berubah. Selain jalan ceritanya dinikmati oleh pembaca, penerbit juga mendapatkan keuntungan dari penjualan buku tersebut. Selanjutnya pencipta akan menikmati royalti atau yang dikenal dengan hak ekonomi. Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan serta produk hak terkait.

(Bersambung ke Bagian 2)