Menjadi seorang pencipta yang dalam hal ini adalah pengarang buku ternyata dapat digolongkan seseorang yang mempunyai “Aset Berharga”. Saya ingat, royalti yang saya terima dalam enam bulan pertama buku saya sekitar Rp. 3,5 juta. Jika dibagi enam bulan menjadi Rp. 583,000 perbulannya tanpa kerja apapun. Hmm, segera saya membayangkan sudah menulis 20 buku yang artinya mendapat Rp. 11,666,666/bulan wow!

Dampak lainnya adalah dengan semakin meningkatnya penjualan, tentu artinya buku tersebut banyak dibaca masyarakat dengan arti lain nama pengarangnya mulai dikenal luas. Nama pengarang ini akan tetap melekat karena sudah mendapatkan hak moral atas karya ciptanya. Hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus tanpa alasan apa pun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan.

Setelah melihat begitu besar potensi dan kekuatan karya cipta sebuah buku yang dapat menjadikan jembatan kesuksesan, saya seolah tidak sabar selalu ingin berkarya! Rasanya merasa rugi jika sehari saja melewatkan waktu dengan tidak berkarya. Masalah selanjutnya adalah tidaklah mudah bagi setiap orang untuk menjadikan karya tulisnya sekaliber Agatha Christie yang sangat sukses dalam mendapatkan hak moral dan hak ekonomi atas karyanya. Bahkan, mungkin pengertian hak moral dan hak ekonomi saja baru mengetahuinya sekarang!

Setelah mengetahui bahwa dengan mempunyai suatu karya cipta yang dalam hal ini dapat berupa ciptaan yang dilindungi dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang mencakup buku, program komputer, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain, kita seolah menguasai suatu “aset berharga”. Dari suatu ciptaan yang misalnya berupa buku, artinya pencipta mempunyai hak cipta yang terdiri atas hak ekonomi dan hak moral. Kedua hak ini pada dasarnya merupakan potensi untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup penciptanya.

Akhirnya, meskipun saya bukanlah Hercule Poirot yang selalu mengungkap kasus misteri dengan elegant. Sebuah rahasia sederhana terungkap, bahwa karya tulis Anda sama dengan sebuah “Aset berharga”.

Salam sukses dan terus semangat dalam mencipta!

© DA 2021 for Facilitator to Competent

 

 

Sumber referensi

Buku “Proses Kreatif – Mengapa dan bagaimana saya mengarang”, kumpulan tulisan – Jilid 2 elexmedia.

Buku “Taktis Menyunting Buku”, Bambang Trim

http://id.wikipedia.org/wiki/Agatha_Christie

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Count_of_Monte_Cristo