© DA 2021 for Facilitator to Competent

Awal tahun 2020, setiap orang biasanya bersemangat dengan harapan lebih baik dalam memulai tahun barunya. Terlebih dunia bisnis saat ini tengah memasuki era industri 4.0 yang memberikan peluang baru. Sayang suratan takdir berkata lain, sejak Maret 2020 Indonesia bahkan dunia diguncang badai pandemi Covid-19 yang tanpa ampun mengancam kesehatan manusia, dan mengubah perilaku kehidupan sosial ekonomi serta bisnis. Dampak bagi dunia usaha sangat menghujam, banyak kegiatan usaha mengurangi kegiatannya akibat lemahnya daya beli masyarakat sehingga produk dan jasa yang diproduksinya tidak terserap sesuai target.

Perusahaan-perusahaan banyak yang melakukan “cost down”, bahkan mengurangi kegiatan karyawannya dengan merumahkan atau melakukan PHK. Namun, terdapat juga sektor bisnis yang bertahan antara lain bisnis sektor digital dan internet, sektor jasa dan produk kesehatan seperti penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi masyarakat serta tenaga kesehatan, dan penjualan kebutuhan bahan pokok.

Perekonomian Indonesia diambang resesi di tengah masyarakat yang masih gamang dan bimbang antara kepentingan mata pencaharian dan risiko terpapar virus Covid-19. Perilaku kerja juga mengalami perubahan, misalnya berkegiatan di rumah atau Work From Home (WFH) sebagai akibat kebijakan pembatasan sosial.

Tidak terkecuali dalam bisnis jasa konsultan, dampak pandemi Covid-19 sangat terasa. Hal yang nyata adalah adanya beberapa pending kontrak kerja sampai ada  termijn pekerjaan yang belum dibayar oleh klien. Dalam operasional pun mengalami perubahan di mana diberlakukan Rapid tes dan sejenisnya yang menambah biaya operasional, selain biaya transportasi juga naik antara 30-40%.

Di tengah ketidakpastian ini mau tidak mau, harus melakukan peninjauan kembali atau re-definisi proses bisnis dan rencana strategis pelayanan konsultan yang telah ditentukan akhir tahun 2019 dengan memasukan isu pandemi Covid-19 dalam SWOT, seperti contoh pada tabel berikut.

Berdasarkan hasil identifikasi SWOT yang telah diperbaharui kemudian disusun kembali alternatif strategis yang dapat dilakukan dalam mengarungi kegiatan bisnis jasa konsultan di tengah ancaman pandemi Covid-19. Dari contoh analisis SWOT tersebut diidentifikasi 4 ancaman yang menghadang di depan pintu bisnis jasa konsultan antara lain:

  • Penurunan daya beli masyarakat dan perusahaan klien atau prospek akibat Pandemi Covid 19
  • Adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga menghambat aktivitas konsultan dan klien
  • Anggaran belanja APBN/APBD dipotong sehingga terjadi pengurangan paket tender konsultansi Pemerintah
  • Munculnya perusahaan baru sebagai kompetitor.

Melemahnya daya beli perusahaan-perusahaan klien, serta pemotongan anggaran belanja negara baik di Pemerintahan Pusat maupun di Dinas Daerah merupakan kerugian yang sangat mematikan. Hal tersebut langsung memotong urat nadi sumber penghasilan jasa konsultan, seperti diketahui kedua klien tersebut memberikan kontrak kerja yang nilainya lumayan besar dan sangat membantu cashflow konsultan.

Bersambung ke Bagian 2