© DA 2021 for Facilitator to Competent

Metode uji adalah cara pengumpulan bukti kompeten yang digunakan oleh asesor kompetensi dalam kegiatan uji kompetensi. Pada umumnya informasi metode uji yang digunakan dapat dilihat pada standar unit kompetensi bagian PANDUAN PENILAIAN, misalnya suatu judul unit kompetensi menentukan metode asesmen yang dapat diterapkan meliputi kombinasi metode tes lisan, tes tertulis, observasi, demonstrasi/simulasi, verifikasi bukti/ portofolio dan wawancara serta metode lain yang relevan.

Peserta sertifikasi dapat mengetahui metode uji yang akan digunakan pada saat Pra asesmen yang akan diinformasikan oleh asesor kompetensi. Asesor kompetensi akan menentukan metode dan perangkat uji kompetensi yang memaparkan bukti yang akan dikumpulkan sesuai dengan prinsip-prinsip uji kompetensi. Metode-metode penilaian yang dipilih memungkinkan untuk menggali bukti kompeten dari peserta uji sertifikasi kompetensi sehingga memperoleh pengakuan atas kompetensi mereka saat ini.

Tujuan mengenal metode uji kompetensi bagi peserta uji sertifikasi adalah untuk menyiapkan bukti kompeten sesuai judul unit kompetensi semaksimal mungkin, dan melakukan persiapan tindakan pembelajaran yang efektif dengan kegiatan seperti diilustrasikan pada gambar Gambar 1 Tujuan Mengenal Metode Asesmen Kompetensi. Ingat ujung dari kegiatan uji kompetensi adalah mendapatkan bukti kompetensi yang memenuhi aspek Valid (Validity), Terkini (Current), Cukup (Sufficient), dan Otentik (Authentic) selanjutnya memutuskan untuk memberikan rekomendasi kompeten atau belum kompeten.

Berdasarkan kepentingan untuk melakukan pengukuran terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta uji kompetensi, secara sederhana metode uji kompetensi dapat diklasifikasikan seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2 Metode Asesmen Kompetensi. Pada gambar tersebut dijelaskan jenis-jenis metode asesmen yang antara lain berupa tes tertulis, tes lisan, bekerja nyata, simulasi, role-play, studi kasus, dan observasi sikap kerja.

Peserta uji sertifikasi kompetensi diharapkan mengenal jenis-jenis metode uji kompetensi tersebut agar persiapan yang dilakukan lebih efektif, dan tidak kaget pada saat mengikuti uji kompetensi. Tabel 1 Penerapan Jenis-Jenis Metode Uji Kompetensi (Asesmen) menjelaskan contoh penerapan metode asesmen tersebut, misalnya tes tertulis dapat berupa jawaban singkat, essay, pilihan berganda, dan melengkapi kalimat.

Jika kita membaca dan mempelajari buku “Strategi Sukses Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja”, di sana dijelaskan dengan rinci Jenis-Jenis Persiapan Dan Tindakan Pembelajaran seperti apa yang harus dipersiapkan oleh peserta uji untuk setiap jenis metode uji yang akan dihadapi. Contoh bentuk tindakan pembelajaran untuk suatu metode tes tertulis antara lain:

  • Meningkatkan pemahaman standar kompetensi dan penerapannya
  • Menghapalkan Referensi yang telah dikumpulkan
  • Membuat mapping atau klasifikasi Materi referensi
  • Latihan mengerjakan soal-soal secara tertulis dengan target waktu
  • Umpan balik hasil mengerjakan soal (Nilai & Waktu)
  • Mengulang Kembali hafalan dan mengerjakan soal-soal

Dengan mengetahui metode asesmen dan penerapannya diharapkan, peserta uji kompetensi dapat mengetahui “medan tempur” yang akan dilakoninya sehingga dapat bersiap diri lebih efektif.

Selamat berjuang dan tetap optimis dalam berkarya!

 

 

Sumber referensi

Buku Strategi Sukses Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja, Alexandra

Buku Competency Management. Palan, R. Ph.D.

Materi Webinar Seri MSDM Aplikatif – Apa & Bagaimana Sertifikasi Profesi SKKNI MSDM, Pembicara Dr. Margaretha Banowati Talim, M.Si, Tanggal 30 Oktober 2020